Perbedaan Toner, Essence, dan Serum

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum



Tidak sedikit pemula yang baru belajar skincare belum memahami perbedaan toner, essence, dan serum. Meski sama-sama perawatan kulit, ketiga produk ini memiliki karakteristik dan kegunaan yang berbeda. 

Di Indonesia sendiri, iklim tropis membuat kita tidak memerlukan skincare yang terlalu banyak. Tetapi adakalanya seseorang merasa kulitnya semakin buruk apabila tidak mendapat perawatan cukup.

Ketahui Urutan Sebelum Bahas Perbedaan Toner, Essence, dan Serum


Pertama, pahami terlebih dulu urutan dalam penggunaan skincare. Orang seringkali mudah tertukar antara produk satu dengan yang lain karena kurangnya pengetahuan mengenai urutan skincare. 

Berikut ini urutan skincare harian:
  1. Sabun wajah
  2. Toner (Penyegar)
  3. Essence
  4. Serum
  5. Cream (Pelembab)
  6. Tabir Surya

Kamu tidak diharuskan memakai keenam produk skincare di atas, jika tidak memiliki masalah kulit yang bandel. Misalnya untuk remaja, penggunaan essence dan serum tidak terlalu dibutuhkan untuk kulit mereka yang masih kenyal. Selanjutnya mari simak perbedaan toner, essence, dan serum.

Ciri-ciri Toner


Selanjutnya, mari ketahui perbedaan toner, essence, dan serum berdasarkan ciri-ciri setiap produk. Toner umumnya berbentuk sangat cair, seperti air kran namun memiliki warna. 

Toner digunakan setelah mencuci wajah. Kalau bisa, keringkan wajah terlebih dulu menggunakan handuk sampai tidak ada air tersisa. Setelah itu kita bisa mengusapkan toner ke wajah menggunakan kapas. 

Beberapa jenis toner juga ada yang tidak memerlukan kapas. Toner berjenis hydrating cukup menggunakan telapak tangan atau disemprotkan ke wajah menggunakan botol spray. 

Salah toner yang bisa kamu coba: Some By Mi AHA BHA PHA 30 Days Miracle Toner, dengan kandungan 3 eksfoliator yang bisa mengangkat sel kulit mati tanpa iritasi. Kulitmu akan terbebas dari jerawat dan kembali seperti baru. 

Ciri-ciri Essence


Meski jarang dibahas, essence juga merupakan salah satu produk skincare yang memberi banyak manfaat. Essence memiliki tekstur lebih kental dari toner, tapi lebih encer dari serum. 

Ciri-ciri yang tidak terlalu menonjol ini membuat orang bingung dengan perbedaan toner, essence, dan serum. Tetapi jangan khawatir, produk essence biasanya menggunakan kata ‘essence’ di setiap label. 

Maka yang perlu kita pastikan adalah urutan penggunaan yang sesuai. Essence digunakan setelah toner. Essence mulai digunakan ketika kamu menginginkan kulit yang lebih prima, karena essence bisa menutrisi hingga ke dalam. 

Selain cara pakainya mudah, essence juga memberi manfaat tambahan. Kamu bisa membuat sheet mask sendiri menggunakan essence yang sudah ada. SK-II Facial Treatment Essence menjadikan kulit lebih glowing ketika ingin menghadiri acara spesial. 

Ciri-ciri Serum


Kapan sebaiknya mulai menggunakan serum? Adalah ketika kamu mulai menginjak usia 20, memiliki kulit yang susah putih, atau mulai terganggu dengan tanda-tanda penuaan. 

Serum memiliki harga yang lebih mahal namun kemasan yang lebih kecil. Ini dikarenakan serum mengandung konsentrat yang lebih pekat ketimbang toner dan essence. Sehingga bisa kita tahu perbedaan toner, essence, dan serum juga dilihat dari komposisinya. 

Penggunaan serum dipakai setelah toner dan essence. Biasanya serum diteteskan langsung ke wajah menggunakan pipet, agar tidak kelebihan dosis. Selain itu, perlu memastikan produk tidak terkontaminasi. 

Beberapa jenis serum tidak diperbolehkan terpapar sinar matahari langsung. Misalnya untuk Some By My Galactomyces Pure Vitamin C Serum, paparan sinar matahari membuat isi produk mudah teroksidasi. Jika serum vitamin C berubah jadi hitam, maka ia tak bisa lagi digunakan. 

Demikian perbedaan toner, essence,dan serum yang bisa membantumu dalam perawatan wajah. Untuk mengetahui produk yang tepat atas masalah kulitmu, konsultasikan kepada kamu lewat Whatsapp dan kami akan dengan senang hati memberi rekomendasi terbaik.